Jurnalis diakui sebagai profesi; Media menjadi wahana praktik profesionalnya. Sebagai profesi, aturan mensyaratkan ada pendidikan, pelatihan, dan kompetensi
Arsip Penulis:Mbah Kangkung
Dungu Paripurna
Ujaran kebencian itu “tindakan komunikasi individu/kelompok dalam bentuk provokasi, hasutan, atau hinaan kepada individu/kelompok lain dalam berbagai aspek”
Fitri: Kisah Perih Kasih Tak Sampai
Mengapa sikap Fitri sangat mendua: membiarkan PETI bebas beroperasi di Salakan dan sekitarnya, tetapi gigih menentang eksplorasi BSI di kawasan yang sama?
PETI: Di Manakah Poktolak, Jatam, Walhi, dan LBH?
Terhadap teror PETI, yang berakal sehat menyimpul: Jatam, Walhi, LBH, dan bahkan Poktolak, mirip “anjing terbirit melipat ekor”: ompong, takut, tak bernyali
Main Wartawan-wartawanan di Media-mediaan
Yang keberatan terhadap tulisan mereka, janganlah ke Dewan Pers tapi ke kantor polisi saja. Sebab mereka memang termasuk kriminal potensial pelaku pidana.
Katanya Aktivis Jagoan, Kok Cengeng Kayak Anak TK
Menyeret Walhi dan Jatam hanya menunjukkan Yunus sedang menghibur diri biar tampak sama pentingnya dengan dua lembaga ini. Aktivis jagoan kok kayak anak TK.
Hore! Berwisata Tambang ke Tujuh Bukit
Begitu masuk kawasan operasi, para wisatawan tambang diberi penjelasan, memakai alat pelindung diri, lalu naik bus mengunjungi seluruh areal utama tambang.
Surat dari Ulat Bulu
Nasihat untuk ulat bulu: pusatkan saja perhatian pada dugaan pidana yang akan datang, terutama fitnah selongsong peluru saat pidato depan massa Dusun Pancer
Reportase Dusta dari Laporan Bohong
Jurnalis TJP dan redaktur yang menulis dan mempublikasi berita itu telah sukses mendegradasi TJP dari media bermutu jadi cuma sekelas pamflet kampanye Walhi
Rumus Kedai Kopi Penolak Tambang
Setelah kopi & kudapan habis dihajar, aktivis Jatam, Walhi, dsb. biasanya diam-diam pergi. Masyarakatlah yang akhirnya memikul tanggung jawab & konsekuensi.